Jakarta (ANTARA) – Delegasi forum Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia menyepakati bahwa isu tata kelola data adalah penting dalam mendukung pelindungan data pribadi, bisnis dan perdagangan internasional, serta arus data lintas negara.

“Delegasi sepakat bahwa kerangka tata kelola data global meliputi pelindungan data pribadi, privasi data, dan penghapusan hambatan perdagangan menjadi dasar untuk mendukung operasi bisnis, perdagangan internasional, serta arus data lintas negara,” kata Ketua DEWG dan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba dalam siaran pers dikutip Kamis.

Kesepakatan ini keluar setelah hari kedua sidang DEWG I di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Rabu, (30/1). Perwakilan negara anggota G20 hadir secara virtual pada pertemuan kali ini.

Para delegasi mendukung upaya mendapatkan kesepahaman bersama tentang arus data dan identitas digital dalam lingkungan digital yang aman. Mereka juga sepakat untuk melanjutkan pembahasan dalam presidensi sebelumnya.

Meski sepakat soal kesepahaman bersama untuk arus data, delegasi menilai tidak perlu membuka diskusi untuk definisi “trust”, terpercaya, dalam “data free flow with trust” dan empat prinsip arus data lintas batas negara.

“Tapi, fokus dalam praktik dan operasional untuk menghargai aturan yang berbeda-beda dari masing-masing negara G20,” kata Mira.

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi menyarankan forum G20 untuk mengambil langkah secara bertahap dan tidak ambisius mengenai tata kelola data.

“Untuk mengambil pendekatan bertahap dan fokus pada upaya yang tidak terlalu ambisius dengan berbagi kebijakan dan pengalaman berkaitan dengan tata kelola data,” kata Mira.

Mira selalu Ketua DEWG 2022 meminta para delegasi untuk melanjutkan perkembangan isu tata kelola data sesuai konsep yang diajukan Presidensi G20 Indonesia.

“Isu arus data lintas negara merupakan isu yang cukup menantang. Kami akan meminta persetujuan Anda untuk melanjutkan masalah penting ini, ke arah yang kita telah jabarkan melalui konsep yang diusulkan Presidensi G20 Indonesia,” kata Mira.

Pertemuan pertama DEWG digelar selama dua hari di kawasan Senggigi, Lombok Barat pada 29-30 Maret. Pertemuan ini dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Selain para delegasi, sidang DEWG pertama juga dihadiri mitra ahli global dan nasional, yang memaparkan kajian mereka untuk tiap-tiap isu prioritas yang diusung forum internasional ini.

Ketiga isu yang didorong dalam DEWG adalah konektivitas dan pemulihan pascapandemi COVID-19, kecakapan dan literasi digital, dan arus data lintas negara.

Baca juga: Menkominfo: Lombok Barat jadi tonggak sejarah ekonomi digital dunia

Baca juga: Menkominfo ingatkan pentingnya keamanan dan kesenjangan digital

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.