Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa kegiatan ibadah di bulan Ramadhan dapat dilaksanakan secara maksimal jika dilakukan dalam keadaan aman dari COVID-19, salah satunya dengan meningkatkan capaian vaksinasi.

Dalam konferensi pers via virtual yang diikuti dari Jakarta, Selasa, Wiku mengatakan upaya ekstra perlu dilakukan untuk pelaksanaan ibadah-ibadah di bulan Ramadan dan Idul Fitri yang akan datang.

“Kegiatan ibadah akan lebih maksimal apabila dilakukan dalam keadaan yang aman dari COVID-19 yaitu saat penularan di tengah masyarakat terus menurun dan jumlah orang yang divaksinasi lengkap dan penguat (booster) semakin meningkat,” kata Wiku.

Untuk itu pemerintah memantau tiga indikator demi menekan penularan COVID-19 yaitu angka Rt sebagai pengukuran epidemiologis menggambarkan potensi penularan virus di tengah masyarakat, tingkat positif atau positivity rate dan capaian vaksinasi.

Baca juga: Satgas ingatkan masyarakat untuk vaksin booster sebelum mudik

Dia menjelaskan bahwa Rt atau angka reproduksi virus harus ditekan hingga di bawah satu. Terutama untuk wilayah yang menjadi tujuan pemudik seperti Jawa dan Sumatera.

Angka Rt per 24 Maret 2022 memperlihatkan penurunan di seluruh kepulauan besar di seluruh Indonesia jika dibandingkan kondisi 10 Maret 2022. Penurunan terbesar terjadi di Nusa Tengara dari 1,14 per 10 Maret menjadi 1,01 pada 24 Maret 2022.

Angka Rt dapat ditekan dengan tidak memberi celah untuk penularan COVID-19, salah satunya dengan taat protokol kesehatan.

Selain itu, dia mengingatkan penting untuk melaksanakan pengujian ketika bergejala dan melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi COVID-19. Pengujian dilakukan bukan hanya karena syarat perjalanan tapi juga menemukan individu terinfeksi COVID-19 demi mencegah penularan meluas.

Diperlukan juga peningkatan capaian vaksinasi COVID-19 terutama vaksin dosis kedua dan booster sebagai penguat.

Capaian vaksinasi COVID-19 dosis pertama secara nasional adalah 72 persen dari total populasi. Dosis kedua telah mencapai 58 persen dari populasi dan tujuh persen untuk vaksin booster.

Untuk kategori kelompok rentan seperti lanjut usia, vaksinasi dosis satu telah mencapai 79 persen, dosis kedua 60,8 persen dan dosis ketiga 10,06 persen dari target 21,5 juta orang yang ditetapkan.

“Vaksinasi dosis kedua dan vaksinasi penguat harus terus ditingkatkan lagi cakupannya. Secara nasional vaksinasi dosis dua harus terus ditingkatkan hingga setidaknya 70 persen dan vaksin booster harus ditingkatkan pada populasi rentan dan lansia terutama pada provinsi-provinsi yang menjadi tujuan mudik,” ujarnya.*

Baca juga: Wiku: Jatim sumbang kelurahan terbanyak kepatuhan pakai masker rendah

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2022

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.